Gunakan nama yang deskriptif dan mudah dikenali, contoh:
• "Titik Rawan Banjir Jl. Merdeka"
• "Lokasi Longsor RT 05"
Lengkapi dengan:
1. Ciri fisik lokasi
2. Sejarah kejadian
3. Tingkat kerawanan
4. Waktu rawan terjadi
5. Kontak penanggung jawab
"Titik banjir tahunan di depan SDN 05. Ketinggian air mencapai 1.5m saat hujan deras 3 jam. Rawan Nov-Feb. Hubungi Pak RW (0812-3456-7890)"
Misalnya banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, kebakaran hutan, dll.
Contoh curah hujan tinggi, kondisi geografis, aktivitas manusia seperti penebangan hutan, dll.
Misalnya sering terjadi setiap musim hujan, kejadian sekali dalam 10 tahun, dll.
Seperti kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, evakuasi penduduk, dll.
Penjelasan wilayah mana saja yang paling berisiko dalam zona tersebut.
Misalnya perlu pemasangan tanggul, penguatan daerah tangkapan air, dll.
| Tanggal | Jam | Durasi | Kedalaman | Dampak | Penyebab | Keterangan | Aksi |
|---|
Rekam setiap kejadian banjir untuk membangun database yang akurat. Data historis membantu prediksi dan mitigasi.
Gunakan patokan yang konsisten untuk pengukuran:
Cantumkan informasi:
Data yang terkumpul akan ditampilkan dalam grafik untuk melihat pola dan frekuensi kejadian banjir di lokasi ini.
Tanggal: 15/02/2023
Kedalaman: 1.2m
Keterangan: "Banjir selama 4 jam akibat hujan deras. 15 rumah terdampak di RT 03. Ketinggian maksimum tercatat pukul 14:30. Evakuasi 5 keluarga."